12 Juni 2011

Masuknya Islam di Indonesia

created by mee Hasnidar Darwis di 02.20

Masuknya Islam di Indonesia

m-agung.jpg
Masuknya Islam di Indonesia, Pada awal abad VII M, Allah telah mengutus nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan ajaran Islam. Karena petunjuk Allah lewat kelembutan nabi dalam penyampaian wahyu, maka Islam segera dapat tersebar dan diterima oleh sebagian penduduk dunia. Pemeluk agama Islam pertama adalah bangsa Arab, karena Islam diturunkan ditengah-tengah mereka. Kemudian didorong oleh panggilan suci maka sebagian penduduk Arab berusaha menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Mereka membawa Islam ke Indonesia dengan jalan damai dan berangsur-angsur, bukan melalui jalan paksaan atau peperangan maupun kekerasan. Sebagian ahli sejarah yang lain mengatakan bahwa Islam baru masuk ke Indonesia pada abad ke-13 dengan berdirinya kerajaan Islam di Aceh. Tetapi pendapat ini rasanya agak terlambat karena di Leran, Jawa Timur ada kuburan dengan batu nisan bertuliskan Fatimah binti Maimun dari abad ke 12 M.
Menurut sebagian ahli sejarah, Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7 atau ke 8 Masehi atau abad pertama atau kedua hijriyah melalui dua jalur, yakni :
Jalur utara dengan rute : Arab (Mekkah dan Madinah) – Damaskus – Baghdad – Gujarat (pantai barat India) – Srilanka – Indonesia
Jalur selatan dengan rute : Arab (Mekkah dan Madinah) – Yaman – Gujarat (pantai barat India) – Srilanka – Indonesia
Sebelum Islam masuk di Indonesia telah berdiri kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha . Kerajaan Hindu yang ada ( abad ke 7-12 M) sebagai berikut :
1. Kutai di Kalimantan
2. Taruma Negara di Jawa Barat
3. Mataram Hindu atau yang disebut dengan kerajaan Sanjaya di Jawa Tengah
4. Isana di Jawa Timur
5. Kediri di Jawa Timur
6. Galuh di daerah Galuh, Ciamis Jawa Barat
7. Pajajaran berpusat di Pakuan Pajajaran, sebelah barat sungai Citarum Jawa Barat
8. Warmadewa atau Udayana di Bali
Kerajaan Budha yang ada adalah :
1. Kalingga di Jawa Tengah
2. Syailendra di Jawa Timur
B. Penyebaran Islam di Indonesia
Secara garis besar penyebaran Islam terjadi melalui tiga cara :
1. Perdagangan
Pedagang muslim Arab selain berdagang mereka juga bertindak sebagai muballigh. Merka datang ke Indonesia lewat Gujarat dan Srilanka sehingga ada pengertian bahwa masuknya agama Islam dibawa oleh pedagang Gujarat yang sudah tidak asli lagi. Sesungguhnya yang terjadi adalah para pedagang Arab itu singgah di Gujarat dan menyampaikan ajaran Islam kemudian bersama-sama dengan penduduk Gujarat menuju ke Indonesia. Maka agama Islam yang berkembang di Indonesia masih asli dan menarik minat penduduk, mereka mengadakan penyesuaian dengan kebudayaan daerah.
2. Pernikahan
Para pedagang muslim itu ada yang menetap di Indonesia dan menikah dengan penduduk setempat. Sudah barang tentu mereka menjadi keluarga muslim dan penyebar agama Islam yang gigih.
C. Pembebasan Budak
Pada masa msuknya Islam di Indonesia, perbudakan masih berlaku. Banyak budak saudagar Hindu dan Budha yang dibeli oleh saudagar muslim kemudian dimerdekakan. Mereka masuk dalam keluarga muslim karena keadilan, maka tak segan mereka akhirnya menganut agama Islam.
Jelaslah Islam masuk ke Indonesia tanpa paksaan, bahkan dilandasi oelh cinta kasih dan damai. Agama Islam dapat diterima oleh sebagian penduduk Indonesia yang haus akan keadilan. Melalui ajaran tentang cinta kasih, perdamaian, persamaan tanpa membedakan kasta dan keadilan Islam dapat terus berkibar di Indonesia hingga kini.
Masuknya agam Islam ke Indonesia bukan hanya di satu lokasi dan dalam tempo yang sama, tapi tersebar di seluruh pelosok tanah air dan dalam kurun waktu yang berbeda-beda. Misalnya :
  1. Kota-kota pelabuhan di selat Malaka, diantaranya pantai Aceh bagian utara yang bernama Pasai. Pada abad VII Pasai merupakan kota pelabuhan internasional. Disinilah para pedagang (Arab, Gujarat, Tiongkok, dll) singgah, sehingga penyebaran Islam terjadi di Pasai
  2. Pantai barat pulau Sumatra. Buktinya ialah dapat ditemukan perkampungan yang diduduki orang muslim pada abad ke VII. Juga di Barus (Tapanuli) ditemukkan makan Syeikh Mukaidin yang menurut catatan wafat pada tahun 670 M.
  3. Jawa Timur. Di Leran ditemukan makam seorang muslimah bernama Fathimah binti Maimun yang wafat tahun 1101 M
  4. Jawa Barat. Diketahui bahwa raja Pajajaran yang bernama Prabu Purwa menyerahkan tahta kepada adiknya yang bernama Prabu Munding Sari. Prabu Purwa mengembara ke India dan bertemu dengan pedagang muslim dari Arab. Beliau tertarik agama Islam dan pada tahun 1195 pergi haji dan terkenal dengan Haji Purwa. Kemudian beliau kembali ke Indonesia dan menyebarkan agama Islam di daerahnya.
D. Perkembangan Islam di Indonesia
1. Perkembangan Islam di Sumatra
Di Sumatra semasa abad XIII-XV M. Telah berdiri kerajaan Samudra Pasai dan merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan Samudra Pasai terletak di kampung Samudra di tepi sungai Pasai dan berdiri sejak tahun 1261 M. Raja-raja yang memerintah Samudra Pasai berturut-turut sebagai berikut :
  1. Sultan Al Malikus Shaleh
  2. Sultan Al Malikuz Zahir I
  3. Sultan Al Malikuz Zahir II
  4. Sultan Zainal Abidin
  5. Sultan Iskandar
Adanya jalur perhubungan dengan Gujarat menyebabkan perdagangan Samudra Pasai mengalami perkembangan. Samudra Pasai telah mengadakan hubungan dengan Sultan Delhi di India. Tatkala Ibnu Bathutah diutus sultan Delhi ke China, ia singgah di Samudra Pasai terlebih dahulu dan sekembalinya dari China pulang ke Delhi juga singgah lagi di Samudra Pasai dan bertemu dengan sultan Malikuz Zahir sebagaimana diceritakan dalam bukunya Rihlah Ibnu Bathutah (perjalanan Ibnu Bathutah).
Di luar Samudra Pasai tepatnya di Jawa Timur telah berdiri suatu negara maritim yang besar ialah Majapahit. Majapahit tidak membiarkan tumbuhnya kekuatan di sekitar selat Malaka. Karena itu sekitar tahun 1350 M Samudra Pasai dibinasakan oleh armada Majapahit.
Hampir bersamaan dengan jatuhnya Malaka karena diduduki oleh Portugis, muncullah kerajaan baru di Sumatra yaitu Kerajaan Aceh pada abad XVI M
Kerajaan Aceh mencapai kejayaannya dibawah pimpinan Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam yang memerintah tahun 1607-1636 M. Raja-raja yang memerintah Aceh semasa empat abad antar lain sebagai berikut :
a. Sultan Ali Al Mughayat Syah atau dikenal juga dengan Sultan Ibrahim
b. Sultah Salahuddin
c. Sultan Alauddin Ri’ayat Syah
d. Sultan Husin
e. Sultan Zainil Abidin
f. Sultan Alauddin Mansyur Syah
g. Sultan Ali Ri’ayat Syah I
h. Sultan Alauddin Ri’ayat Syah II
i. Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam
Usaha pertama yang dilakukan oleh Sultan Ibrahim adalah memperkuat kedudukan kerajaan dan meyusun angkatan perang yang tangguh, bahkan mempunyai prajurit-prajurit yang berasal dari Turki, Arab, dan Abesinia.
Sepeninggal Sultan Ibrahim Aceh mengalami pasang surut. Pada zaman Sultan Iskandar Muda Aceh mengalami puncak kebesaran, meluas meliputi Deli, Johor, Bintan, Pahang, Kedah, Perak dan Nias. Sultan Iskandar Muda berhasil meletakkan dasar-dasar penyelenggaran pemerintahan yang dipergunakan oleh sultan-sultan berikutnya.
Kerajaan Aceh Pidie berdir sejak tahun 1507 M sebagai kerajaan Islam kedua setelah samudra Pasai. Dan Aceh baru dapat ditundukkan Belanda pada abad XIX M.Pada abad XII-XVII M Islam berangsur-angsur berkembang di Sumatra.
2. Perkembangan Islam di Jawa
Jalur perhubungan antara Pasai dan Malaka di satu pihak dan dengan Jawa di pihak lain sangat lancar. Banyak pedagang dari Jawa berdagang ke Pasai dan Malaka sambil berdakwah menyebarkan agama Islam. Bahkan banyak pula ulama datang ke Jawa untuk menyebarkan Islam di kota-kota yang masih dikuasai oleh kerajaan Hindu.
Gerakan penyiaran agama Islam di Jawa tidak bisa dipisahkan dari jasa dan peranan para wali. Jumlah wali meskipun sebenarnya banyak tetapi yang diakui sampai sekarang adalah sembilan, dan dikenal dengan sebutan Wali Songo. Diantara wali sembilan ada yang hanya berdakwah sebagai penyiar agama, tetapi ada juga yang memegang peranan penting dalam bidang politik pemerintahan. Meraka hidup antara abad XIV-XVI M. Wali Songo tersebut adalah :
a. Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik
b. Sunan Ampel
c. Sunan Bonang
d. Sunan Giri
e. Sunan Drajat
f. Sunan Kalijaga
g. Sunan Kudus
h. Sunan Muria
i. Sunan Gunung Jati
Dalam penyebaran agama Islam para wali mendirikan perguruan-perguruan untuk mengembleng santri-santri untuk menjadi manusia yang militan dan luas pengetahuan. Tetapi para wali itu dalam penyiaran agama Islam tidak kaku, melainkan bertindak sangat bijaksana. Bahkan mereka banyak menyesuaikan ajaran dengan tradisi dan kepercayaan rakyat yang dipimpinnya khusunya mengenai kesaktian-kesaktian.
Sekelumit tentang Wali Songo sebagai berikut :
  1. Maulana Malik Ibrahim
Beliau dikenal dengan sebutan Maulana Maghribi, yang berasal dari Persia. Karena pusat kegiatannya di Gresik Surabaya maka terkenal dengan nama Sunan Gresik. Disinilah beliau memberi wejangan/pelajaran kepada para santri sebagai calon muballigh
  1. Sunan Ampel
Nama kecilnya Raden Rahmat berayahkan orang Arab dan beribukan orang Campa, dilahirkan di Aceh tahun 1401 M dan wafat 1481 M, serta dimakamkan di desa Ampel. Karena itu terkenal sebagai Sunan Ampel
  1. Sunan Bonang
Nama kecil Sunan Bonang adalah Makdum Ibrahim putera Sunan Ampel, lahir tahun 1465 M. Beliau mula-mula berguru kepada ayahnya sendiri. Kemudian merantau ke Pasai bersama Raden Paku untuk memperdalam ilmu agama Islam. Jasa beliau sangat besar dalam penyiaran agama Islam. Beliau pulalah yang mendidik Raden Patah. Beliau wafat tahun 1515 M.
  1. Sunan Giri
Nama kecilnya adalah Raden Paku putera Maulana Ishak, yang menyebarkan agama Islam di Blambangan Jawa Timur. Beliaulah pelopor pemerintahan Giri.
  1. Sunan Drajat
Nama kecil beliau adalah Syarifudin, putera Sunan Ampel juga adik Sunan Bonang. Dakwah beliau terutama dalam bidang sosial. Santri-santrinya berasal dari berbagai daerah, bahkan ada yang dari Ternate dan Hitu Ambon.
Empat wali lainnya akan dibicarakan pada pembahasan tentang Kerajaan demak, karena mereka mempunyai hubungan dengan Demak.
3. Perkembangan Islam di Sulawesi.
Pelabuhan Jaratan dan Gresik pada abad XVI mempunyai arti penting dalam perdagangan dan penyebaran agama Islam. Tidak jauh dari situ berdiamlah Sunan Giri, salah seorang wali songo yang cukup banyak jasanya dalam pemerintahan giri dan penyebaran agama Islam.
Sunan Giri menyelenggarakan pesantren yang banyak didatangi santri dari luar jawa seperti Ternate, Hitu dan lain-lain. Beliau mengirimkan murid-muridnya ke pulau Madura, Sulawesi, dan Nusa Tenggar. Para pedagang dan nelayan yang telah mendapatkan ajaran Islam, termasuk para pedagang dari Makasar dan Bugis.
Di Sulawesi pada abad XVI telah berdiri kerajaan Hindu Gowa dan Tallo, yang penduduknya tidak sedikit yang telah memeluk agama Islam karena hubungannya dengan kesultanan Ternate dalam rangka menghadapi Portugis. Pada permulaan abad XVII raja-raja Gowa dan Tallo telah masuk Islam, seperti raja Gowa Daeng Manrabia bergelar Sultan Alauddin dan raja Tallo bergelar Sultan Abdullah.
Sumbaopu merupakan pelabuhan yang terbesar di belahan timur di Sulawesi Selatan. Masyarakat Sulawesi telah banyak yang menganut agama Islam dan bersikap rukun terhadap penganut agama lain. Orang-orang Portugis yang menganut agama Khatolik diberi kebebasan menjalankan agamanya.
4. Perkembangan Islam di Kalimantan
Berdasarkan prasasti-prasasti yang ada disekitar abad V M di Kalimantan Timur telah ada kerajaan hindu yakni kerajaan Kutai. Sedangkan kerajaan-kerajaan Hindu yang lain adalah kerajaan Sukadana di Kalimantan Barat, kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan.
Pada abad XVI Islam memasuki daerah kerajaan Sukadana. Bahkan pada tahun 1590 kerajaan Sukadana resmi menjadi kerajaan Islam, yang menjadi sultan pertamanya adalah sultan Giri Kusuma. Setelah itu digantikan oleh putranya Sultan Muhammad Syafiuddin. Beliau banyak berjasa dalam pengembangan agama Islam karena bantuan seorang muballigh bernama Syekh Syamsudin.
Di kalimantan Selatan pada abad XVI M masih ada beberapa kerajaan Hindu antara lain Kerajaan Banjar, Kerajaan Negaradipa, Kerajaan Kahuripan dan Kerajaan Daha. Kerajaan-kerajaan ini berhubungan erat dengan Majapahit.
Ketika Kerajaan demak berdiri, para pemuka agama di Demak segera mnyebarkan agama Islam ke Kalimantan Selatan. Raja Banjar Raden Samudra masuk Islam dan ganti nama dengan Suryanullah. Sultan Suryanullah dengan bantuan Demak dapat mengalahkan Kerajaan Negaradipa. Setelah itu agama Islam semakin berkembang di Kalimantan.
Diatas telah diutarakan, bahwa Kutai adalah kerajaan tertua di Indonesia dan sebagai kerajaan Hindu. Dengan pesatnya perkembangan Islam di Gowa, Tallo dan terutama Sombaopu, maka Islam mulai merembas ke daerah Kutai. Mengingat Kutai terletak di tepi Sungai Mahakam maka para pedagang yang lalu lalang lewat selat Makasar juga singgah di Kutai. Sebagai muballigh mereka tidak menyianyiakan waktu untuk berdakwah. Islam akhirnya dapat memasuki Kutai dan tersebar di Kalimantan Timur mulai abad XVI.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 comment:

Poskan Komentar

 

Template Copy by Blogger Templates | BERITA_wongANteng |MASTER SEO |FREE BLOG TEMPLATES